![]() |
| Sumber: Screenshot Indopos |
Tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan Apple, Amazon dan Microsoft? Tiga perusahaan besar di bidang IT yang saat ini namanya populer dikalangan masyarakat dunia. Tetapi, tahukah Anda apakah kesamaan dari ketiganya? Jawabannya justru mengejutkan dimana ketiga perusahaan teknologi besar tersebut dan dianggap sebagai pemilik standar terbaik di antara penyedia layanan cloud computing, justru telah menjadi korban perentasan yang memalukan oleh para hacker.
Menurut Indopos, (16/01/2016), mengabrakan bahwa insiden “celebgate” Apple dimana foto pribadi para selebriti pengguna iCloud tersebar luas tanpa seizin pemiliknya telah menjadi headline yang tidak diinginkan tahun lalu. Penyedia teknologi Code Spaces yang berbasis di Inggris terpaksa menutup bisnisnya tahun lalu karena hackers mencoba untuk memeras perusahaan tersebut. Demikian hal itu dikatakan oleh Jeremy Andreas, Country Manager Fortinet Indonesia.
Kejadian ini akhirnya memaksa perusahaan tersebut untuk menghapus data penting dari Layanan Web Amazon yang berada di penyimpanan cloud-nya. Termasuk pada tahun 2013, SSL certificate di layanan cloud Azure milik Microsoft yang telah kadaluarsa memberikan kesempatan pada para hacker untuk melumpuhkan Xbox Live dan sejumlah layanan lainnya yang berada di cloud.
Pengguna yang pertama kali menggunakan cloud dapat menjadi kalangan dengan risiko terbesar, karena para pengguna tersebut belum terbiasa dengan lingkungan baru serta beban tambahan yang dari kebutuhan untuk memahami cara baru untuk mengelola users, data dan keamanan.
Berikut ini adalah lima langkah keamanan yang harus dilakukan sebelum bergabung dengan layanan cloud meliputi:
- Memahami lingkup cloud,
- Aplikasi baru dan pertahanan baru,
- Menggunakan enkripsi,
- Pergulatan dengan dunia virtual, dan
- Jangan menutup mata terhadap shadow IT.
Semoga ke lima Langkah Keamanan untuk Pengguna Perdana Layanan Cloud yang Harus Dilakukan akan berguna bagi Anda dalam memaksimalkan penggunaan Cloud saat ini.

0 Komentar